Momentum Hari Sumpah Pemuda, Dr. Ari Yunus Hendrawan Gagas Gerakan Dayak Reformed for Generations

Momentum Hari Sumpah Pemuda, Dr. Ari Yunus Hendrawan Gagas Gerakan Dayak Reformed for Generations

Momentum Hari Sumpah Pemuda, Dr. Ari Yunus Hendrawan Gagas Gerakan Dayak Reformed for GenerationsPALANGKA RAYA, KALTENGNEWS.ID – Momentum Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026, dimanfaatkan Dr. Ari Yunus Hendrawan untuk menggagas sekaligus menginisiasi gerakan Dayak Reformed for Generations (DRG), sebuah gerakan pembaruan peradaban Dayak yang berfokus pada penyelamatan generasi, penguatan keluarga, pembentukan karakter, peningkatan kualitas pendidikan, serta penyiapan kepemimpinan masa depan.

Gerakan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menerjemahkan semangat persatuan dan kebangsaan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda ke dalam tindakan nyata bagi keberlanjutan masyarakat Dayak, khususnya dalam menghadapi tantangan sosial dan perkembangan zaman.

Melalui DRG, Ari mendorong pembaruan cara pandang bahwa masa depan Dayak tidak cukup hanya dijaga melalui kebanggaan terhadap identitas dan warisan leluhur. Lebih dari itu, kemajuan harus dibangun melalui kualitas manusia, ketahanan keluarga, pendidikan, budaya kerja, integritas, dan kepemimpinan yang bertanggung jawab.

Dayak Reformed for Generations mengandung gagasan tentang pembaruan yang berakar pada identitas, sejarah, dan kebudayaan Dayak, sekaligus berorientasi pada kepentingan generasi mendatang.

Kata Dayak menegaskan identitas dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan masyarakat. Sementara Reformed mencerminkan keberanian memperbaiki pola pikir, kebiasaan, serta sistem pembinaan yang menghambat kemajuan. Adapun for Generations menekankan bahwa setiap langkah yang dilakukan hari ini harus mempertimbangkan keselamatan, kualitas hidup, dan masa depan generasi berikutnya.

DRG bukan gerakan untuk meninggalkan adat dan nilai-nilai luhur leluhur. Sebaliknya, gerakan ini mendorong agar nilai tersebut diwujudkan melalui keluarga yang kuat, pendidikan berkualitas, karakter berintegritas, persatuan, gotong royong, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Salah satu perhatian utama DRG adalah perlindungan generasi muda dari ancaman narkoba, lemahnya pendampingan keluarga, persoalan pendidikan, dan tantangan pembentukan karakter.

Perlindungan generasi, menurut arah gerakan ini, tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah maupun aparat penegak hukum. Keluarga, tokoh adat, pendidik, pemuda, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat perlu mengambil bagian dalam membangun lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang generasi muda.

Upaya tersebut mencakup pencegahan narkoba sejak dini, penguatan ketahanan keluarga, pendampingan anak dan pemuda, perluasan akses pendidikan, serta penegakan hukum yang tegas dan adil terhadap jaringan peredaran narkoba.

Atas dasar itu, DRG membawa seruan moral yang menjadi penegasan arah perjuangannya:

“Selamatkan Generasi Dayak Berapapun Harganya!”

Seruan tersebut menegaskan komitmen untuk terus melindungi kehidupan, martabat, karakter, pendidikan, dan masa depan generasi Dayak melalui langkah nyata yang bertanggung jawab dan sesuai dengan hukum.

Baca Juga :  BKAD Kalteng Optimalkan Aset Tak Produktif, Kendaraan Dinas hingga Properti Disiapkan Dongkrak PAD

Lima Pilar Gerakan DRG

Sebagai fondasi awal, DRG menempatkan lima pilar utama yang menjadi arah pengembangan gerakan.

Pertama, spiritualitas dan moralitas, untuk memperkuat orientasi hidup, integritas, dan tanggung jawab. Kedua, keluarga, sebagai lingkungan utama pembentukan karakter dan perlindungan generasi.

Ketiga, pemuridan dan pembinaan karakter, melalui keteladanan, pendampingan, disiplin, serta pembelajaran berkelanjutan. Keempat, Huma Betang dan identitas Dayak, sebagai landasan merawat kebudayaan, persatuan, gotong royong, dan tanggung jawab sosial.

Kelima, pendidikan dan karya, yang diarahkan untuk meningkatkan kompetensi, kemandirian, produktivitas, serta kontribusi generasi Dayak bagi masyarakat dan bangsa.

Kelima pilar tersebut diharapkan tidak berhenti pada tataran gagasan, tetapi diterjemahkan ke dalam program konkret, kemitraan lintas elemen, pendampingan berkelanjutan, serta indikator keberhasilan yang dapat dievaluasi secara berkala.

Menyiapkan Generasi Dayak Menuju Indonesia Emas 2045

DRG juga menempatkan Indonesia Emas 2045 sebagai momentum strategis untuk memperkuat kontribusi generasi Dayak dalam pembangunan daerah maupun nasional.

Harapan agar lahir pemimpin nasional dari kalangan Dayak harus disertai persiapan yang serius. Pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengalaman, prestasi, integritas, serta pengabdian menjadi bagian penting dalam membentuk calon pemimpin masa depan.

Kebanggaan terhadap identitas, menurut arah pemikiran DRG, harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi. Semangat persatuan perlu diwujudkan melalui kemampuan bekerja sama, sedangkan cita-cita kepemimpinan harus dibangun melalui proses pembentukan manusia yang matang dan bertanggung jawab.

Karena itu, gerakan ini mengajak keluarga, tokoh adat, pendidik, pemuda, pemerintah, komunitas, dan berbagai pihak untuk menjadikan perlindungan serta pemberdayaan generasi sebagai agenda bersama.

Pengenalan DRG pada momentum Hari Sumpah Pemuda diharapkan menjadi titik awal bagi konsolidasi gagasan dan pengembangan gerakan secara berkelanjutan.

Tahapan berikutnya diarahkan pada penyusunan agenda prioritas, pembentukan jejaring kolaborasi, pelaksanaan program percontohan, serta evaluasi hasil. Dengan demikian, keberhasilan DRG dapat diukur melalui perubahan nyata, mulai dari penguatan keluarga, perlindungan generasi muda, peningkatan akses pendidikan, pembentukan karakter, hingga terbukanya kesempatan yang lebih luas untuk berkarya dan memimpin.

Gerakan ini membawa pesan bahwa menjaga identitas dan warisan leluhur harus berjalan beriringan dengan keberanian melakukan pembaruan demi masa depan.

Melalui Dayak Reformed for Generations, semangat Sumpah Pemuda diharapkan tidak hanya menjadi peringatan sejarah, tetapi juga menjadi dorongan untuk membangun generasi Dayak yang berkarakter, berpendidikan, mandiri, berintegritas, dan mampu mengambil peran strategis dalam perjalanan Indonesia menuju 2045.

“Menjaga Akar. Memperbarui Cara. Membangun Generasi.”

Selamatkan Generasi Dayak Berapapun Harganya!

(Red3/sadewaev)

-Kaltengnews.id

Sadewaev

https://wa.me/6282151085635