Helikopter Chinook Jepang Belum Optimal Padamkan Karhutla Kalbar, Terkendala Jarak Pandang

Helikopter Chinook Jepang Belum Optimal Padamkan Karhutla Kalbar, Terkendala Jarak Pandang
KALIMANTAN BARAT, KALTENGNEWS.ID – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat mendapat dukungan dari Pemerintah Jepang dengan mengerahkan tiga unit helikopter CH-47 Chinook. Namun, operasi pemadaman melalui udara tersebut belum dapat dilakukan secara optimal karena kondisi jarak pandang yang rendah akibat kabut asap.

Pemerintah Jepang mengirim sekitar 300 personel beserta tiga helikopter CH-47 Chinook sebagai bagian dari bantuan darurat internasional atas permintaan Pemerintah Indonesia. Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah operasi karena skala karhutla di wilayah tersebut cukup besar.

Staff Public Affairs Jepang, Letkol Koga Takeshi, mengatakan penentuan Kalimantan Barat sebagai salah satu lokasi operasi dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

“Karena skala kebakaran di Kalimantan Barat cukup besar, melalui koordinasi dengan Kementerian Pertahanan Indonesia, kami memutuskan untuk melaksanakan kegiatan di wilayah ini,” ujar Koga saat ditemui di Kijing International Port, Kabupaten Mempawah, Selasa (15/9/2026).

Menurut Koga, tiga helikopter Chinook tersebut disiapkan untuk mendukung pemadaman karhutla dari udara dengan metode water bombing. Namun, pelaksanaannya tetap bergantung pada kondisi keselamatan penerbangan.

Asap tebal yang menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Barat menyebabkan jarak pandang menjadi terbatas. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala utama bagi pengoperasian helikopter.

“Karena menggunakan helikopter, jarak pandang yang buruk akibat asap menjadi salah satu masalah utamanya,” kata Koga.

Kondisi serupa sebelumnya disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.

BNPB menyatakan helikopter bantuan Jepang telah tiba di Kalimantan Barat, tetapi belum dapat dioperasikan karena jarak pandang di sejumlah wilayah masih sangat rendah.

Pihak Jepang, menurut BNPB, baru akan melaksanakan operasi apabila jarak pandang berada pada kisaran 3.500 hingga 5.000 meter, sesuai kebutuhan keselamatan penerbangan. Di sejumlah wilayah Kalimantan Barat, jarak pandang bahkan dilaporkan berada di bawah satu kilometer.

Baca Juga :  Karhutla Merambat ke Permukiman Sampit, Dua Rumah Terbakar

Wilayah yang mengalami kondisi jarak pandang rendah antara lain Mempawah, Pontianak, Melawi, Sambas, Ketapang, Kubu Raya, Sintang, Kapuas Hulu, dan Kota Singkawang.

BNPB mencatat luas area yang terdampak karhutla di Kalimantan Barat telah mencapai sekitar 48.535,73 hektare. Data tersebut merupakan hasil penggabungan data pemantauan SiPongi dan hasil pengukuran tim BNPB di lapangan.

Pada 14 September 2026, BNPB mencatat terdapat 19 titik api dengan estimasi area terbakar sekitar 261 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 180 hektare telah berhasil dipadamkan, sementara sekitar 80 hektare lebih masih memerlukan penanganan.

Penanganan di lapangan melibatkan ribuan personel. BNPB juga mengerahkan unsur udara untuk mendukung patroli, operasi modifikasi cuaca, serta pemadaman menggunakan metode water bombing.

Kehadiran tiga helikopter Chinook Jepang menjadi tambahan dukungan terhadap operasi penanggulangan karhutla yang dilakukan pemerintah Indonesia. Namun, pengoperasian armada tersebut tetap menunggu kondisi penerbangan yang memenuhi persyaratan keselamatan.

Dengan demikian, belum optimalnya operasi udara bukan disebabkan oleh ketidaksiapan armada, melainkan kondisi visibilitas di lokasi kebakaran yang belum memungkinkan untuk penerbangan pemadaman secara maksimal.

Informasi terbaru dari Kementerian Pertahanan juga menyebutkan bahwa armada Chinook pada dasarnya telah disiapkan untuk operasi. Pelaksanaan water bombing akan menyesuaikan kondisi karhutla dan persyaratan penerbangan di lapangan.

Pemerintah bersama unsur terkait terus melakukan penanganan karhutla melalui operasi darat maupun udara, sembari menunggu kondisi jarak pandang membaik agar dukungan helikopter Jepang dapat dimanfaatkan secara optimal.

KALTENGNEWS.ID – Cepat, Akurat, dan Terpercaya.

Redaksi Utama