Kalteng Dihimpit Tiga Persoalan: Kabut Asap, BBM Antre, Listrik Kembali Padam

Kalteng Dihimpit Tiga Persoalan: Kabut Asap, BBM Antre, Listrik Kembali Padam
Gambar: Ilustrasi

PALANGKA RAYA – Masyarakat Kalimantan Tengah kembali dihadapkan pada persoalan yang saling berkelindan. Di tengah kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), warga juga harus menghadapi antrean bahan bakar minyak (BBM) serta pemadaman listrik yang kembali terjadi di sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut menjadi sorotan karena listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Ketika pasokan listrik terhenti, aktivitas rumah tangga, pelayanan publik hingga usaha mikro ikut terdampak.

Di Kota Palangka Raya, pemadaman listrik kembali dirasakan warga pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Gangguan dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Adonis Samad, Kecipir, Veteran, Lewu Tatau dan sejumlah wilayah sekitar Bandara Tjilik Riwut.

Persoalan menjadi semakin berat karena pada waktu bersamaan sebagian wilayah Palangka Raya masih diselimuti kabut asap karhutla.

Asap, mati listrik dan BBM antre adalah nasib masyarakat Kota Palangka Raya,” keluh Gazali, warga Palangka Raya.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Pemerintah daerah bersama PLN dinilai perlu mengambil langkah konkret agar masyarakat tidak terus-menerus menanggung dampak gangguan layanan dasar.

“Pak Gubernur Kalteng dan Pak Wali Kota, sekiranya ada langkah mengurangi penderitaan masyarakat. Ini masalah kebutuhan utama,” tegasnya.

Kobar Juga Kembali Mengalami Pemadaman

Keluhan masyarakat terhadap pasokan listrik juga muncul di Kabupaten Kotawaringin Barat.

Pemadaman bergilir kembali dirasakan warga di sejumlah wilayah, termasuk Kumai, Pangkalan Banteng dan Pangkalan Lada.

Warga Pangkalan Bun, Ardiansyah, mengeluhkan pemadaman yang terjadi berulang. Menurutnya, kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat sekaligus kegiatan usaha.

Keluhan itu semakin menjadi perhatian karena masyarakat sebelumnya telah mengikuti rapat dengar pendapat bersama DPRD terkait persoalan kelistrikan.

Warga berharap persoalan tersebut tidak berhenti pada penjelasan mengenai penyebab gangguan, tetapi segera diikuti langkah penyelesaian yang memberikan kepastian.

PLN: Empat Pembangkit Mengalami Gangguan

PLN menjelaskan gangguan pasokan listrik berkaitan dengan masalah pada sejumlah pembangkit yang menopang sistem kelistrikan Kalimantan.

Empat pembangkit yang disebut mengalami gangguan yakni PLTU Cahaya Fajar Kaltim di Kutai Kartanegara, PLTU Kaltim Prima Coal di Kutai Timur, PLTU Teluk Balikpapan dan PLTMG Bangkanai di Barito Utara.

Baca Juga :  CPU Kantor Dispora Kalteng Dicuri, Polisi Amankan Terduga Pelaku

Gangguan tersebut membuat kemampuan pasokan belum optimal.

Untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan pelanggan, PLN mengoptimalkan pembangkit yang masih beroperasi serta berkoordinasi dengan pengelola pembangkit untuk mempercepat perbaikan.

PLN menargetkan sejumlah pembangkit dapat kembali beroperasi secara bertahap pada pekan ketiga hingga pekan keempat September 2026.

Selain pemulihan pembangkit, PLN juga mempercepat penambahan daya melalui pembangkit sewa.

Tambahan daya yang disiapkan antara lain Pembangkit Batulicin 10 MW, pembangkit sewa tahap pertama 158 MW dan tahap kedua 120 MW.

Saat Kabut Asap, Listrik Justru Sangat Dibutuhkan

Persoalan yang dihadapi masyarakat bukan sekadar listrik padam selama beberapa jam.

Di tengah kabut asap, kebutuhan listrik justru meningkat. Warga membutuhkan kipas angin, pendingin ruangan, alat komunikasi dan berbagai perangkat rumah tangga untuk membantu menjaga aktivitas keluarga.

Situasi tersebut menjadi lebih rentan bagi keluarga yang memiliki anak-anak, balita maupun warga lanjut usia.

Karena itu, masyarakat berharap pemulihan sistem kelistrikan dilakukan secara serius dan terukur.

Publik juga membutuhkan informasi yang terbuka mengenai penyebab gangguan, wilayah terdampak, estimasi pemulihan serta langkah PLN untuk mencegah pemadaman kembali terjadi.

Menunggu Kepastian, Bukan Sekadar Permintaan Maaf

PLN telah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan dan mengimbau masyarakat menghemat penggunaan listrik, terutama pada periode beban puncak.

Namun bagi masyarakat, persoalan utama saat ini adalah kepastian pelayanan.

Kabut asap sudah membatasi aktivitas. Antrean BBM menambah beban mobilitas. Pemadaman listrik kembali mengganggu aktivitas rumah tangga dan perekonomian.

Tiga persoalan tersebut terjadi hampir bersamaan.

Masyarakat pun menunggu langkah nyata pemerintah daerah dan PLN agar kondisi tersebut tidak menjadi rutinitas baru setiap kali terjadi gangguan pada sistem kelistrikan.

Kaltengnews.id – Cepat, Akurat dan Terpercaya.

Redaksi Utama