Bocah Sebatang Kara Kritis Usai Lakalantas dengan Truk CPO, Tanggung Jawab Dipertanyakan

A (14) Alami Retak Tengkorak Kepala Bagian Belakang dan Tulang Belakang, Sopir Disebut Diamankan di Pospol Sangai
KOTAWARINGIN TIMUR — Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan truk tangki pengangkut CPO (Crude Palm Oil) terjadi di jalan poros Sangai–Antang Kalang KM 18, tepatnya di wilayah Desa Kuwan, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Senin (31/8/2026) sekitar tengah hari.
Korban diketahui berinisial A (14), warga Desa Gunung Makmur, Kecamatan Antang Kalang. Saat kejadian, korban mengendarai sepeda motor Honda Revo.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Kaltengnews.id, kecelakaan tersebut diduga terjadi saat truk tangki CPO melintas dengan kecepatan tinggi. Sepeda motor yang dikendarai korban kemudian terlibat kecelakaan dengan truk tangki tersebut.
Akibat peristiwa itu, korban mengalami cedera serius berupa retak pada tengkorak kepala bagian belakang dan tulang belakang. A hingga kini masih menjalani perawatan intensif dan dilaporkan dalam kondisi kritis di RSUD dr Murjani Sampit.
Kondisi korban yang masih berusia 14 tahun membuat kebutuhan penanganan medis secara maksimal menjadi perhatian serius. Terlebih, korban masih membutuhkan perawatan intensif dan biaya pengobatan.
Korban Disebut Hidup Sebatang Kara
Di tengah kondisi korban yang kritis, perhatian juga tertuju pada kondisi sosial A.
Samsudin Ekeng, yang menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi korban, mengungkapkan bahwa A disebut hidup sebatang kara.
“Korban ini hidupnya sebatang kara. Kita tentu sangat prihatin melihat kondisinya sekarang. Dalam keadaan kritis seperti ini, korban membutuhkan pengobatan maksimal dan dukungan dari semua pihak,” ungkap Samsudin Ekeng.
Menurut Samsudin, kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian serius berbagai pihak. Korban yang masih berusia 14 tahun kini harus berjuang menjalani perawatan akibat cedera berat yang dialaminya.
Ia berharap korban mendapatkan penanganan medis secara maksimal serta mendapat perhatian dari pihak-pihak terkait.
Sopir Truk Disebut Diamankan di Pospol Sangai
Sementara itu, sopir truk tangki CPO yang terlibat dalam kecelakaan tersebut, berdasarkan informasi yang diterima media ini, disebut telah diamankan di Pospol Sangai untuk kepentingan penanganan lebih lanjut.
Meski demikian, terkait identitas sopir, status hukum, hasil pemeriksaan kendaraan dan kronologi lengkap kecelakaan, Kaltengnews.id masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian.
Aparat penegak hukum diharapkan dapat melakukan pemeriksaan secara menyeluruh guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Keluarga Pertanyakan Tanggung Jawab Pemilik Truk
Persoalan lain muncul setelah keluarga korban berupaya menemui pihak yang disebut sebagai pemilik truk tangki CPO, yakni Suryadi.
Berdasarkan informasi yang diterima media ini, keluarga menilai tanggung jawab terhadap kondisi korban belum seperti yang mereka harapkan.
Padahal, A masih terbaring kritis di rumah sakit dan membutuhkan pengobatan serta perawatan medis secara maksimal.
Keluarga berharap pihak pemilik kendaraan maupun perusahaan terkait menunjukkan kepedulian dan mengambil langkah tanggung jawab terhadap kondisi korban, terutama dalam mendukung proses pengobatan.
Kaltengnews.id masih berupaya meminta konfirmasi kepada Suryadi maupun pihak perusahaan terkait untuk memperoleh penjelasan sekaligus memberikan ruang hak jawab.
Polisi Diminta Ungkap Fakta Kecelakaan
Kasus ini menjadi perhatian serius karena korban masih berusia 14 tahun, mengalami cedera berat dan disebut hidup sebatang kara.
Polisi diharapkan dapat mengungkap secara terang kronologi kecelakaan, kondisi kendaraan, faktor penyebab, termasuk dugaan kecepatan truk, serta memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.
Penanganan perkara diharapkan dilakukan secara profesional, transparan dan berdasarkan fakta serta alat bukti yang sah.
Di sisi lain, aspek kemanusiaan terhadap korban juga tidak boleh diabaikan. Saat proses hukum berjalan, keselamatan dan pengobatan korban harus menjadi perhatian utama.
Korban yang masih berusia 14 tahun dan tengah berada dalam kondisi kritis membutuhkan dukungan agar dapat memperoleh penanganan medis terbaik.
Kaltengnews.id akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan memberikan ruang hak jawab kepada seluruh pihak terkait.






