Nobar Piala Dunia Berujung Berdarah, Warga Palangka Raya Ditusuk di Banjarmasin

Nobar Piala Dunia Berujung Berdarah, Warga Palangka Raya Ditusuk di Banjarmasin

 

BANJARMASIN – Seorang warga Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menjadi korban penikaman saat menonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka tusuk di bagian perut dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Ulin Banjarmasin.

Korban diketahui bernama Arya Ridho Friatna (22). Peristiwa berdarah itu terjadi pada Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 06.00 WITA di sebuah rumah di kawasan Jalan Simpang Bali, Gang Telerama, Kelurahan Antasan Besar, Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian korban bersama sejumlah rekannya tengah menyaksikan pertandingan Piala Dunia. Namun suasana nobar berubah menjadi kepanikan setelah terjadi insiden penikaman yang mengakibatkan Arya mengalami luka serius pada bagian perut.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga kini kondisinya masih dalam perawatan intensif.

Kapolsek Banjarmasin Tengah AKP Haris Wicaksono, STK, SIK, M.Si., melalui Kanit Reskrim Ipda Raihan Fakhri Primavinsyah, S.Tr.K., membenarkan adanya laporan dugaan tindak pidana tersebut.

 “Benar, kami menerima laporan dugaan tindak pidana. Saat ini kasus masih ditangani Unit Reskrim Polsek Banjarmasin Tengah,” ujar Ipda Raihan saat dikonfirmasi, Selasa (7/7/2026).

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku serta motif di balik aksi penikaman tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara petugas juga mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Empat Kandidat Bersaing Rebut Kursi Ketua Umum HIPMI 2026–2029

Hingga berita ini diterbitkan, aparat kepolisian belum mengungkap identitas terduga pelaku maupun kronologi lengkap yang memicu terjadinya penikaman. Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait peristiwa tersebut agar segera melapor guna membantu proses penyelidikan.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena terjadi di tengah kegiatan nobar yang seharusnya berlangsung aman dan menjadi ajang kebersamaan. Kepolisian memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional untuk mengungkap fakta serta menindak pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

(Redaksi Kaltengnews.id)

Admin