Jangan Biarkan Taman Kuliner Tunggal Sangomang Mati Suri

Nono Suyatno, SE Dorong Revitalisasi dan Investasi untuk Hidupkan Kembali Ikon Wisata Kuliner Palangka Raya
PALANGKA RAYA – Keberadaan Taman Kuliner Tunggal Sangomang di kawasan Jalan Yos Sudarso, Kota Palangka Raya, kembali menjadi perhatian publik. Kondisi kawasan yang dinilai mulai kehilangan denyut aktivitas ekonomi dan sosial mendorong berbagai pihak untuk menyerukan langkah konkret revitalisasi. Salah satunya datang dari Nono Suyatno, SE, seorang pengusaha kuliner, mantan Direktur PT Pondasi Alam Graha, sekaligus pengelola aktif di kawasan Taman Kuliner Tunggal Sangomang.
Nono yang berdasarkan Surat Keputusan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian Kota Palangka Raya Nomor: 750/21/DPKUKMP/DAG.1/VI/2026 ditetapkan sebagai Koordinator Bidang Kebersihan dan Keindahan Paguyuban Pedagang Kuliner Tunggal Sangomang (P2KTS) Masa Bakti 2026-2031, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi terkini kawasan yang dahulu digadang-gadang sebagai pusat ekonomi kreatif dan destinasi wisata kuliner Kota Cantik.
“Taman Kuliner Tunggal Sangomang merupakan aset daerah yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan budaya yang sangat besar. Jangan sampai kawasan ini dibiarkan mati suri dan kehilangan fungsinya sebagai ruang publik serta pusat ekonomi masyarakat,” tegas Nono Suyatno kepada media, Minggu (6/7/2026).
Taman Kuliner Tunggal Sangomang sendiri dibangun Pemerintah Kota Palangka Raya sebagai bagian dari penataan kawasan perkotaan dan pengembangan sektor ekonomi kreatif. Kawasan ini dirancang sebagai sentra kuliner modern yang mengakomodasi pelaku UMKM sekaligus menjadi ruang publik yang representatif bagi masyarakat.
Sejumlah kajian akademik, termasuk penelitian tentang optimalisasi pemberdayaan pedagang kreatif di Taman Kuliner Tunggal Sangomang, menyebutkan bahwa kawasan ini memiliki potensi strategis karena berada di jalur utama Kota Palangka Raya dan didukung oleh aktivitas masyarakat yang tinggi.
Menurut Nono, potensi besar tersebut saat ini belum termanfaatkan secara maksimal akibat menurunnya kualitas sarana dan prasarana pendukung.
Dalam kesehariannya sebagai pelaku usaha sekaligus koordinator bidang kebersihan dan keindahan, Nono mengaku melihat langsung berbagai persoalan yang dihadapi kawasan tersebut.
Beberapa fasilitas umum, seperti lampu penerangan taman, sarana mandi, cuci, kakus (MCK), sistem kebersihan, hingga panggung pertunjukan, menurutnya memerlukan perhatian dan perbaikan segera.
“Banyak lampu taman yang sudah lama mati dan belum diganti. Kondisi MCK juga perlu pembenahan, sementara panggung pertunjukan yang seharusnya menjadi pusat aktivitas seni dan budaya terlihat kurang dimanfaatkan. Ini tentu mempengaruhi minat masyarakat untuk datang,” ungkapnya.
Ia menilai, apabila kondisi tersebut terus berlangsung tanpa adanya langkah revitalisasi, maka potensi ekonomi yang dimiliki kawasan tersebut akan semakin menurun.
Nono berharap Pemerintah Kota Palangka Raya dapat memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan kembali kawasan Taman Kuliner Tunggal Sangomang melalui program revitalisasi terpadu.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Keterlibatan pihak swasta dan investor sangat diperlukan untuk menciptakan kawasan kuliner yang modern, nyaman, dan memiliki daya tarik wisata.
“Kami berharap ada investor yang mau masuk untuk membantu pengembangan kawasan ini. Dengan penataan yang baik, fasilitas yang memadai, dan pengelolaan profesional, saya yakin Taman Kuliner Tunggal Sangomang bisa menjadi ikon wisata kuliner terbesar di Kalimantan Tengah,” katanya.
Selain pembenahan infrastruktur, Nono juga mendorong agar Pemerintah Kota Palangka Raya bersama pelaku event organizer, komunitas seni, dan UMKM dapat menggelar kegiatan rutin di kawasan tersebut.
Menurutnya, agenda seperti pertunjukan seni budaya Dayak, festival kuliner, bazar UMKM, konser musik, hingga event kreatif lainnya akan menjadi daya tarik yang mampu menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kalau setiap minggu ada kegiatan seni, budaya, dan ekonomi kreatif, masyarakat pasti datang. Pedagang hidup, seniman mendapat ruang berekspresi, dan pemerintah juga mendapat manfaat dari tumbuhnya ekonomi daerah,” ujarnya.
Sebagai Koordinator Bidang Kebersihan dan Keindahan Paguyuban Pedagang Kuliner Tunggal Sangomang, Nono menegaskan bahwa pihaknya bersama para pedagang siap mendukung langkah revitalisasi yang dilakukan pemerintah.
Ia berharap Taman Kuliner Tunggal Sangomang tidak lagi dipandang sekadar sebagai lokasi berjualan, tetapi sebagai aset strategis Kota Palangka Raya yang memiliki nilai ekonomi, budaya, dan pariwisata.
“Taman Kuliner Tunggal Sangomang adalah wajah ekonomi kreatif Kota Palangka Raya. Sudah saatnya kita bersama-sama menghidupkan kembali kawasan ini agar menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah,” pungkasnya.
Penulis: Nono Suyatno, SE
Jabatan: Koordinator Bidang Kebersihan dan Keindahan Paguyuban Pedagang Kuliner Tunggal Sangomang (P2KTS) Kota Palangka Raya Masa Bakti 2026-2031, Pengusaha Kuliner, dan Mantan Direktur PT Pondasi Alam Graha.






